Ultima IX: Ascension Review by Naga Empire
Ultima IX: Ascension Review by Naga Empire

Ultima IX: Ascension: Ambisi Besar dan Akhir Penuh Kontroversi

Sebagai penutup dari salah satu seri role-playing game (RPG) terkemuka dalam sejarah, Ultima IX: Ascension memiliki beban ekspektasi yang sangat berat. Dirilis pada tahun 1999 oleh Origin Systems, game Naga Empire ini bertujuan untuk menjadi akhir yang epik dan definitif bagi kisah Avatar, sang pahlawan utama. Namun, alih-alih menjadi kejayaan yang diimpikan, Ultima IX menjadi akhir yang penuh gejolak, dikenang karena ambisi teknisnya yang luar biasa, tetapi juga eksekusi yang penuh masalah.

Akhir dari Sebuah Legenda

Ultima IX hadir dengan visi yang revolusioner. Berbeda dengan seri sebelumnya yang menggunakan grafis 2D isometrik, game ini memimpin waralaba ke dalam dunia 3D penuh. Tujuannya adalah untuk menciptakan Britannia yang paling imersif, dengan lingkungan yang dapat dieksplorasi secara bebas, sistem fisika yang realistis, dan siklus siang-malam yang dinamis. Pemain akan merasakan petualangan epik di dunia yang terkorupsi oleh Guardian, musuh bebuyutan Avatar.

Cerita utamanya adalah upaya terakhir Avatar untuk membersihkan delapan kotoran yang merusak delapan kebajikan di dunia. Namun, di balik visi yang luar biasa ini, terdapat pengembangan yang kacau balau. Tim pengembang menghadapi tekanan waktu yang ekstrem dan memutuskan untuk merombak seluruh engine game dari nol di tengah jalan. Keputusan ini berujung pada rilis yang terburu-buru.

Baca juga : Insaniquarium: Ketika Akuarium Virtual Menjadi Medan Perang by Naga Empire

Visi yang Revolusioner dan Eksekusi yang Penuh Masalah

Pada saat rilis, Ultima IX dihujani kritik tajam. Masalah teknis menjadi sorotan utama, dengan bug, crash, dan performa yang sangat buruk bahkan pada komputer high-end saat itu. Gerakan karakter yang kaku dan kamera yang tidak stabil semakin mengurangi pengalaman bermain yang mulus.

Selain masalah teknis, narasi game ini juga menjadi sumber kontroversi. Cerita yang seharusnya menjadi klimaks dari kisah Avatar justru terasa terputus-putus dan, bagi banyak penggemar setia, dianggap mengkhianati esensi dari karakter dan kebajikan Avatar. Plot yang memaksa Avatar untuk “menebus dosa” yang tidak ia lakukan terasa tidak masuk akal, membuat para veteran seri ini merasa kecewa.

Kesimpulan Ultima IX: Ascension : Warisan yang Penuh Pahit Manis

Ultima IX: Ascension adalah sebuah studi kasus yang menarik dalam sejarah game. Ia adalah game Naga Empire yang mencoba untuk mencapai sesuatu yang jauh di luar kemampuannya pada saat itu. Visi Richard Garriott untuk mengakhiri kisah Ultima dengan cara yang megah dan sinematik patut diacungi jempol, tetapi eksekusi yang kurang matang akhirnya menodai reputasi sebuah seri yang sangat dicintai. Meskipun gagal memenuhi ekspektasi, Ultima IX tetap menjadi bagian penting dari sejarah RPG, sebuah pengingat akan ambisi yang salah tempat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *