Setelah penantian panjang selama satu dekade, BioWare akhirnya membawa para penggemar kembali ke dunia fantasi epik Thedas dengan Dragon Age: The Veilguard. Dirilis pada 31 Oktober 2024 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC (Windows), game action role-playing ini awalnya dikenal sebagai Dragon Age: Dreadwolf sebelum perubahan nama. The Veilguard menjanjikan petualangan imersif, pertempuran dinamis, dan jajaran rekan baru yang mendalam, semuanya berlatar sepuluh tahun setelah peristiwa Dragon Age: Inquisition.
Latar Belakang Cerita: Ancaman Veil dan Kembalinya Solas
Dragon Age: The Veilguard melanjutkan narasi yang ditinggalkan oleh Dragon Age: Inquisition dan DLC epilognya, Trespasser. Cerita dimulai dengan kembalinya karakter penting dari seri sebelumnya: Solas, yang kini dikenal dengan julukan lamanya, Fen’Harel, sang dewa pengkhianatan dan pemberontakan Elven. Solas berupaya untuk menghancurkan Veil, batas metafisik yang memisahkan dunia fisik Thedas dari Fade (dunia roh dan iblis). Tujuannya adalah untuk mengembalikan kejayaan dan keabadian kaumnya, bahkan jika itu berarti kehancuran total bagi Thedas dan penghuninya.
Pemain akan mengambil peran sebagai Rook, seorang karakter protagonis baru yang akan terlibat dalam konflik besar ini. Bersama dengan Varric Tethras yang kembali (dari Dragon Age II dan Inquisition) dan Lace Harding (dari Inquisition), Rook harus mengumpulkan sebuah tim yang dikenal sebagai The Veilguard untuk menghadapi Solas dan dewa-dewa Elven kuno lainnya yang mengancam untuk melepaskan kekacauan di seluruh dunia. Perjalanan ini akan membawa Rook melintasi berbagai wilayah Thedas, dari kota-kota metropolitan yang sibuk, hutan lebat, rawa-rawa, hingga kedalaman bumi, menghadapi faksi-faksi musuh seperti Darkspawn, kultus Venatori, dan iblis dari Fade.
Baca juga : Businesses & Hobbies: Menjelajahi Simulasi Kehidupan by Empire88
Gameplay Dragon Age: The Veilguard : Aksi RPG yang Fleksibel dengan Fokus Rekan
Dragon Age: The Veilguard mengambil pendekatan action RPG yang lebih berorientasi pada pertarungan, namun tetap mempertahankan elemen strategi mendalam yang menjadi ciri khas waralaba ini.
- Sistem Pertarungan Dinamis: Pemain dapat memilih dari tiga kelas dasar: Warrior, Rogue, dan Mage. Setiap kelas memiliki opsi serangan ringan dan berat yang dapat digabungkan untuk kombo, serta serangan jarak jauh. Warrior dapat beralih antara senjata dua tangan dan pedang-perisai, sementara Mage dapat bertukar antara tongkat sihir dan pisau sihir. Setiap kelas juga memiliki opsi dodge dan defensive yang unik, seperti roll untuk Warrior, flip akrobatik untuk Rogue, dan teleportasi singkat untuk Mage.
- Pohon Skill yang Mendalam: Pemain dapat mengembangkan karakter mereka melalui pohon skill yang luas, memungkinkan kustomisasi build yang mendalam. Selain tiga slot skill cepat, ada slot untuk rune yang mengubah efek senjata, mendorong keputusan taktis dalam pertempuran. Setiap kelas juga memiliki ultimate attack sendiri.
Gameplay Dragon Age: The Veilguard
- Sistem Rekan (Companions) yang Kaya: Salah satu daya tarik utama The Veilguard adalah peran sentral dari tujuh rekan yang dapat direkrut. Pemain dapat membawa dua rekan ke dalam pertempuran, dan setiap rekan memiliki kisah, motivasi, dan kemampuan unik mereka sendiri. Mereka adalah:
- Bellara Lutare: Seorang Veil Jumper Rogue yang terobsesi dengan rahasia Elvhenan kuno.
- Davrin: Seorang Grey Warden Warrior yang gagah berani.
- Emmrich Volkarin: Seorang Necromancer dari Mourn Watch yang ditemani oleh asisten kerangka.
- Harding: Pramuka Dwarf yang kembali dengan hati emas dan panah yang siap.
- Lucanis Dellamorte: Seorang pembunuh bayaran Antivan Crow yang pragmatis.
- Neve Gallus: Detektif penyihir dari Tevinter yang analitis dan pembela yang tertindas.
- Taash: Seorang Dragon Hunter Warrior dari Lords of Fortune. Pemain akan dapat mencampur dan mencocokkan kombinasi tim untuk menghadapi tantangan tertentu dan menciptakan kombo kemampuan yang kuat.
- Pilihan dan Konsekuensi: Meskipun BioWare menyatakan bahwa hanya beberapa keputusan penting dari Inquisition yang akan diimpor, game ini tetap berjanji untuk menghadirkan narasi yang reaktif di mana pilihan pemain memiliki dampak.
Harapan dan Tantangan
Dragon Age: The Veilguard telah melalui pengembangan yang panjang dan beberapa perubahan, namun ambisinya tetap besar. Dengan fokus pada pertempuran yang lebih dinamis, eksplorasi Thedas yang lebih luas, dan barisan rekan yang mendalam, BioWare berharap dapat menghadirkan pengalaman Dragon Age yang memuaskan bagi penggemar lama dan baru. Tantangan utama akan terletak pada bagaimana game ini menyeimbangkan elemen action dengan kedalaman RPG tradisional, serta bagaimana ceritanya akan diterima setelah penantian yang begitu lama.

