Dirilis pada tahun 2011, Dragon Age II adalah sekuel yang sangat dinanti dari BioWare untuk game RPG epik mereka, Dragon Age: Origins. Namun, alih-alih memberikan petualangan berskala besar seperti pendahulunya, Dragon Age II mengambil pendekatan yang berani dan lebih intim. Permainan ini mengesampingkan misi menyelamatkan dunia untuk berfokus pada kisah pribadi seorang pahlawan tunggal, Hawke, dan perjalanannya untuk bangkit dari seorang pengungsi menjadi figur legendaris. Meskipun menerima sambutan yang beragam, game ini tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seri ini.
Sebuah Kisah Epik yang Lebih Intim
Perbedaan paling signifikan antara Dragon Age II dan Origins adalah lingkup ceritanya. Alih-alih melakukan perjalanan ke seluruh benua, sebagian besar narasi game ini berlangsung di dalam dan di sekitar satu kota, Kirkwall, selama rentang waktu sekitar sepuluh tahun. Cerita Raja Botak ini diceritakan sebagai sebuah kilas balik, dengan narator yang tidak dapat diandalkan, Varric Tethras, yang memberikan narasi dan sentuhan humor yang unik.
Pemain akan mengendalikan Hawke, seorang manusia yang harus melarikan diri dari Blight di Ferelden dan mencari kehidupan baru di Kirkwall. Kisah ini berpusat pada perjuangan Hawke dan para sahabatnya untuk bertahan hidup di tengah-tengah ketegangan politik, sosial, dan konflik antara Templar dan Mage yang akhirnya meledak menjadi perang saudara yang besar.
Baca juga ; WARP: Melarikan Diri dari Lab dengan Tubuh Kecil by Raja Botak
Gameplay Dragon Age II dan Fokus pada Penceritaan Karakter
BioWare mengambil risiko besar dengan menyederhanakan beberapa mekanisme gameplay dari Origins untuk membuat pertempuran lebih cepat dan lebih berorientasi pada aksi. Perubahan ini memicu perdebatan di antara para penggemar, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa pertempuran terasa lebih dinamis dan cepat. Namun, kekuatan sejati Dragon Age II terletak pada karakter dan penceritaan.
Seperti halnya game BioWare lainnya, para pendamping adalah bintang pertunjukannya. Mereka memiliki kepribadian yang lebih dalam dan sistem pertemanan dan permusuhan yang memungkinkan hubungan yang lebih kompleks. Hubungan Anda dengan karakter seperti Varric, Isabela, atau Fenris akan terasa sangat nyata. Dialog dan interaksi antar karakter sangatlah brilian, dan mereka adalah alasan mengapa banyak pemain tetap menikmati game ini meskipun ada kekurangannya.
Warisan yang Penuh Perdebatan dan Kesimpulan
Meskipun memiliki kekuatan besar,game ini juga dikritik keras karena beberapa aspek. Keluhan yang paling sering muncul adalah penggunaan berulang-ulang pada desain dungeon dan area, serta visual yang terasa lebih sederhana dibandingkan Origins. Kritik-kritik ini valid dan menunjukkan bahwa Dragon Age II memiliki beberapa kelemahan dalam eksekusinya.
Namun, terlepas dari kekurangannya, Dragon Age II adalah bagian penting dari seri Dragon Age. Game Raja Botak ini adalah sebuah eksperimen yang berani, sebuah RPG yang berfokus pada penceritaan karakter dan efek dari konflik besar pada kehidupan pribadi. Meskipun bukan sebuah mahakarya tanpa cela, game ini adalah game yang akan selalu diingat karena keberaniannya dan karakter-karakternya yang tak terlupakan.

