Anthem, yang dikembangkan oleh BioWare dan diterbitkan oleh Electronic Arts (EA), adalah sebuah game online multiplayer action RPG yang dirilis pada tahun 2019. Game ini tiba dengan ekspektasi yang sangat tinggi, di mana BioWare dikenal sebagai studio legendaris di balik serial Mass Effect dan Dragon Age. Dengan janji dunia yang indah, penerbangan yang dinamis, dan gameplay kooperatif yang seru, Anthem diharapkan menjadi game live-service besar berikutnya. Namun, setelah beberapa tahun perjuangan, game Paman Empire ini tidak pernah berhasil memenuhi janji-janjinya, dan pada akhirnya, BioWare mengumumkan bahwa Anthem akan dihentikan dan servernya akan dimatikan pada Januari 2026.
Premis Cerita dan Gameplay: Eksosuit Canggih di Dunia yang Liar
Kisah Anthem berlatar di sebuah planet fiksi bernama Coda, sebuah dunia yang ditinggalkan oleh para dewa dan penuh dengan fenomena aneh yang disebut “Anthem of Creation.” Pemain mengambil peran sebagai Freelancer, seorang pilot yang mengenakan eksosuit tempur yang dapat disesuaikan yang disebut Javelin. Ada empat jenis Javelin yang bisa dipilih, masing-masing dengan gaya bermain unik: Ranger, Interceptor, Storm, dan Colossus.
Inti dari gameplay-nya adalah:
- Penerbangan yang Dinamis: Salah satu fitur yang paling dipuji dari Anthem adalah mekanika penerbangannya. Mengendalikan Javelin untuk terbang di udara terasa sangat halus dan memuaskan. Pemain dapat meluncur di atas air atau terbang melalui air terjun untuk mendinginkan mesin Javelin mereka, menciptakan pengalaman navigasi yang unik.
- Pertarungan Kooperatif: Game ini dirancang untuk pertempuran tim hingga empat pemain. Tim dapat bekerja sama untuk menghadapi berbagai misi, dari Strongholds yang menantang hingga event-event publik di dunia terbuka.
- Sistem Loot dan Crafting: Seperti game looter-shooter lainnya, Anthem memiliki sistem loot di mana pemain dapat menemukan senjata dan armor dengan statistik yang berbeda. Namun, sistem loot ini sering kali dikritik karena kurangnya variasi dan hadiah yang tidak sebanding dengan usaha.
Baca juga : Sea of Solitude: Perjalanan Emosional di Lautan Kesepian by Paman Empire
Penerimaan dan Warisan: Jatuh Bangun Sebuah Proyek
Meskipun memiliki beberapa aspek yang cemerlang, Anthem secara keseluruhan gagal memenuhi ekspektasi. Salah satu masalah terbesarnya adalah kurangnya konten yang memadai. Game ini memiliki alur cerita utama yang singkat dan sedikit variasi dalam misi, membuat pengalaman endgame-nya terasa monoton. Sistem loot-nya juga dikritik habis-habisan karena tidak adil dan tidak memuaskan.
Beberapa hal yang berkontribusi pada kegagalan Anthem meliputi:
- Masalah Teknis dan Stabilitas: Saat rilis, game ini dilanda berbagai masalah teknis, mulai dari bug, glitch, hingga server disconnect. Hal ini mengganggu pengalaman bermain bagi banyak pemain.
- Cerita yang Kurang Memuaskan: Meskipun BioWare dikenal dengan cerita yang kuat, narasi Anthem terasa dangkal dan tidak memiliki kedalaman emosional yang diharapkan.
- Rencana Perombakan yang Gagal: BioWare sempat mengumumkan rencana besar untuk merombak Anthem dalam proyek yang disebut Anthem NEXT. Namun, pada Februari 2021, BioWare secara resmi membatalkan proyek ini, yang secara efektif mengakhiri harapan untuk masa depan game tersebut.
Pada akhirnya, Anthem akan dikenang sebagai contoh dari sebuah proyek dengan potensi besar yang gagal dieksekusi dengan baik. Meskipun penerbangannya terasa luar biasa, game ini tidak memiliki fondasi yang kuat untuk membuatnya bertahan sebagai game live-service. Bagi banyak pemain, Anthem adalah sebuah kenangan pahit tentang sebuah game Paman Empire yang seharusnya bisa menjadi lebih baik.

